Liburan sekolah tiba, masyarakat pun berbondong-bondong untuk mengagendakan liburan bersama keluarga. Baik itu dengan mengunjungi tempat wisata di dalam ataupun luar negri. Berbarengan dengan itu, ternyata makin makin marak penipuan yang dilakukan oleh beberapa oknum tak bertanggung jawab yang menawarkan harga tempat menginap atau restoran dengan harga murah.
Modus penipuan yang dilakukan secara digital itu mencatut identitas, logo, nama besar, hingga dokumentasi visual dari berbagai hotel serta restoran resmi di Indonesia. Kejahatan siber ini memanfaatkan lonjakan permintaan kamar hotel yang tinggi selama musim liburan untuk mengelabui konsumen yang sedang terdesak mencari akomodasi menginap selama liburan. Modus penipuan digital ini umumnya bergerak dengan cara membuat akun media sosial palsu yang menyerupai akun resmi hotel. Pelaku pun menawarkan harga promo fiktif yang sangat murah, jaminan ketersediaan kamar di tengah situasi fully booked, atau paket liburan manipulatif untuk menarik minat calon wisatawan. Setelah korban mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi pelaku, akun itu biasanya langsung memblokir kontak korban atau menghilang dari platform.
Dalam beberapa minggu terakhir, laporan penipuan digital melonjak tajam. Modusnya makin canggih, mulai dari akun Instagram palsu yang tampak “resmi”, nomor WhatsApp yang mengaku staf hotel, memberikan promo harga kamar super murah yang ternyata jebakan, hingga mampu menunjukkan bukti reservasi palsu yang baru ketahuan saat tamu tiba di hotelnya.
Melihat fenomena itu, maka Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pemesanan akomodasi liburan. Masyarakat sangat tidak disarankan untuk melakukan transaksi pemesanan hotel melalui platform media sosial, baik itu via Instagram, TikTok, maupun media sosial sejenis lainnya.
“Ini sudah darurat digital. Pelaku memanfaatkan momentum liburan ketika orang panik cari kamar. Maka dari itu, jangan percaya akun medsos apapun! Hendaknya semua pemesanan harus lewat website resmi hotel atau OTA terpercaya. Penipuan seperti ini selalu meningkat saat high season, terutama di destinasi favorit seperti Yogyakarta, Bali, Bandung, dan Lombok,” tegas pihak Kementerian dan perwakilan dari PHRI.
Industri perhotelan resmi di berbagai kota pun kini mulai menunjukkan pergerakannya dengan memperketat kanal digitalnya. Beberapa hotel juga sudah mulai memasang peringatan khusus di area lobby, website, dan akun resmi untuk mencegah masyarakat tertipu. Berikut ini beberapa cara aman yang diberikan oleh NUEVE Malioboro Hotel agar masyarakat tidak tertipu dan menjadi korban.
Pertama, lakukan pemesanan langsung di saluran pemesanan resmi atau Official Channels melalui situs web resmi hotel (official website) seperti contohnya www.nuevemalioborohotel.com atau melalui platform Agen Perjalanan Daring (Online Travel Agent / OTA) resmi yang sudah terpercaya dan memiliki legalitas hukum yang jelas.
Kedua, verifikasi rekening pembayaran sebelum melakukan transfer dana. Kita harus benar-benar memastikan rekening tujuan pembayaran adalah rekening penampungan atas nama perusahaan PT atau CV pemilik hotel, bukan atas nama perorangan (pribadi/individu).
Ketiga, jangan segan untuk melakukan konfirmasi ulang melalui telepon resmi sebelum melakukan pembayaran. Biasanya, setelah proses booking, kita akan mendapatkan kode pemesanan, baru setelahnya dapat melakukan pembayaran atau pelunasan. Untuk menghindari salah transfer atau penipuan, sempatkan untuk menghubungi nomor telepon kabel resmi (landline) hotel untuk memastikan reservasi sudah terdaftar di sistem internal hotel.
Keempat, harus lebih waspada dengan penawaran harga yang terlalu murah di luar batas wajar dan tidak masuk akal di momentum liburan. Terlebih lagi jika ditawarkannya secara mendesak melalui ruang obrolan (chat) media sosial di tengah musim padat kunjungan (high season).
“Kami tidak ingin ada tamu kami dan masyarakat luas yang dirugikan. Edukasi ini amatlah penting disebarluaskan, agar wisatawan tidak terjebak berbagai promo palsu dengan harga murah,” ujar Pepianto selaku Asst Sales Marketing NUEVE Malioboro Hotel Yogyakarta.
