'OREO Berbagi Seru' Dukung Pendidikan Bermutu untuk Semua Anak

Lebih dari 30 tahun menjadi bagian dari keseharian keluarga Indonesia, OREO kembali melanjutkan kontribusinya pada dunia pendidikan. Yang terbaru diwujudkan melalui program 'OREO Berbagi Seru' yang sekaligus untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei.

Program 'OREO Berbagi Seru' ini adalah wujud peranan OREO dalam mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) yaitu ”Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Bermitra dengan Indonesia Mengajar, program ini memberikan kesempatan setara bagi 7.000 siswa di 7 Provinsi, termasuk di wilayah 3T dan marginal untuk menjadi bagian dari Generasi SERU. langkah itu diwujudkan melalui rangkaian kegiatan edukasi dan pendistribusian alat-alat pembelajaran seru yang dikembangkan dengan metode belajar sambil bermain. Seperangkat alat pembelajaran yang dihadirkan merajuk bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris untuk dimanfaatkan oleh seluruh ekosistem pendidikan di berbagai penjuru Indonesia. Seluruh alat pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan belajar sambil bermain agar mampu memberikan pengalaman belajar yang seru bagi siswa, guru maupun orang tua.

“Upaya Kemendikdasmen RI untuk mewujudkan ‘Pendidikan Bermutu untuk Semua’ salah satunya dilakukan dengan memperkuat pendidikan karakter melalui gerakan ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’. Sejalan dengan tagline Pak Menteri yaitu ‘Partisipasi Semesta’, pembangunan karakter ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, kami ingin berkolaborasi dengan lebih banyak, termasuk dengan pihak korporasi. Tidak hanya itu, selaras dengan salah satu concern Pak Menteri yaitu 3T atau wilayah yang akses pendidikannya sangat minimal, kami juga menginginkan kolaborasi yang semakin kuat dengan korporasi untuk menyukseskan program di wilayah-wilayah ini, seperti yang dilakukan OREO,” terang  Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam sambutannya. 

Oreo Berbagi Seru

Terkait “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, gerakan ini diintegrasikan melalui kurikulum nasional yang menggunakan pendekatan deep learning. Salah satu poin utamanya adalah dibutuhkannya pembelajaran yang dilakukan dalam suasana yang seru atau joyful. Pendekatan deep learning sendiri masih terus didorong implementasinya secara merata di berbagai wilayah Indonesia, seiring dengan adanya tantangan dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan.

Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T turut menuturkan pendapatnya. “Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, akses pendidikan di sejumlah wilayah memilki keterbatasan akses dan tantangan geografis, termasuk keterbatasan . Untuk itu masih perlu terus diperkuat. Di beberapa wilayah tersebut, anak-anak masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan pada media pembelajaran yang beragam. Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan, media pembelajaran, serta penguatan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan (joyful)," jelasnya.

Sebagai brand yang sangat dekat dengan keluarga Indonesia, OREO secara konsisten berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan sebagai salah satu bekal penting yang mendukung kemajuan bangsa, selaras dengan purpose OREO yaitu menghubungkan dunia melalui kegembiraan dengan mengubah proses belajar menjadi moment yang penuh keseruan. Komitmen ini antara lain terwujud melalui penyelenggaraan program ‘OREO Berbagi’ sejak 2024, berupa rangkaian inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, khususnya orang tua, guru dan anak, melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi.

"Dengan mengangkat tema ‘OREO Berbagi Seru’, tahun ini OREO ingin mendukung fokus Pemerintah dengan berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di beberapa wilayah 3T dan marginal, agar para siswa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan seru secara lebih merata dan inklusif sehingga mereka memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU, generasi masa depan yang mencerminkan karakter anak yang future-ready," jelas Anggya Kumala selaku Marketing Director Mondelēz Indonesia.

Oreo Berbagi Seru

Untuk dampak yang optimal, sosialisasi penggunaan alat pembelajaran dilakukan melalui kegiatan School Roadshow. Kegiatan itu berupa rangkaian program edukasi untuk memberdayakan para guru, orang tua dan komunitas. Kegiatan sosialisasi ini juga turut mendukung salah satu program prioritas Kemendikdasmen RI yaitu gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” khususnya pada pilar “Gemar Belajar” sebagai upaya bersama dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas dan berkarakter.

Yang istimewa, “OREO Berbagi Seru” juga ikut merangkul partisipasi masyarakat. Setiap konsumen dapat mendukung misi positif di balik program ini dengan cara sederhana, yaitu melalui pembelian OREO. Sebagian dari keuntungan penjualan produk OREO itu akan dikonversikan menjadi donasi untuk menyukseskan penyelenggaraan program. Diharapkan hal ini dapat menjadi wujud nyata dari pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk saling berbagi peran dalam mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas dan tentunya seru di Indonesia.

Ayu Dewi sebagai aktris sekaligus ibu tiga orang anak  yang turut hadir dalam acara ini pun pun turut membagikan pendapat dan pengalamannya. ”Anak zaman sekarang nggak bisa disamakan dengan generasi dulu karena mereka hidup di dunia yang sangat dinamis dan full of challenges. Contohnya anak-anakku yang juga jadi bagian dari Generasi SERU. Di sekolah, mereka didorong untuk memahami konsep secara menyeluruh, dibimbing untuk mampu menerapkan pengetahuan secara berkelanjutan, membuat pilihan yang bertanggung jawab, sekaligus mampu berdiskusi serta berpikir kritis agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, penuh empati dan toleransi terhadap sekitar. Jadi, di rumah aku ikut mengutamakan proses belajar dua arah yang lebih interaktif, contohnya dengan menerapkan pembelajaran sambil bermain supaya anak-anak dibiasakan berperan aktif dan kritis bertanya," jelas Ayu Dewi.