Transformasi Hotel Nueve Malioboro Yogyakarta yang Usung Konsep Modern

 

PT. Natta Hospitality Management tengah melakukan transformasi besar melalui pengelolaan Hotel Nueve Malioboro di kawasan strategis pusat kota Yogyakarta. Transformasi yang diwujudkan melalui tahap renovasi secara menyeluruh itu tidak hanya meningkatkan kapasitas kamar, tetapi juga menghadirkan konsep baru yang menyasar pasar generasi muda.

Hotel yang beralamat di Jl. Mataram No. 9, Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta dikembangkan di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Dalam proyek renovasinya, terdapat tambahan lahan sekitar 1.000 meter persegi yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan dua tower baru, lengkap dengan fasilitas kamar, meeting room, dan juga area parkir.

Diungkapkan oleh Managing Director PT. Natta Hospitality Management, yakni Thomas Matantu jika pengembangan hotel ini merupakan bagian dari strategi menghadapi persaingan industri perhotelan yang semakin kompetitif. “Awalnya, hotel ini hanya memiliki 40 kamar, kemudian berkembang menjadi 63 kamar. Untuk ke depannya, akan kami tingkatkan lagi menjadi 81 kamar, sekaligus naik kelas menjadi hotel bintang empat,” ujar Thomas.

Hotel Nueve Malioboro YogyakartaTidak hanya berhenti dari sisi kuantitas saja, tetapi kualitas kamar juga akan ditingkatkan. Untuk ke depannya, kamar akan memiliki luas mulai dari 21 hingga 23 meter persegi dengan pilihan kamar tipe Deluxe, Family Room, dan Junior Suite. Perubahan terbesar juga akan dilihat pada konsep desain yang akan bertransformasi menjadi lebih modern dan kekinian. Jika sebelumnya, hotel lebih mengusung nuansa tradisional dengan elemen joglo, namun kini desain diubah menjadi gaya semi-Japanese yang minimalis dengan dominasi elemen kaca.

Proses pembangunan dimulai sejak Februari 2026 dengan tahap pembongkaran. Selanjutnya, pada bulan April 2026 akan difokuskan pada pengembangan area restoran, dapur, ruang acara, hingga rooftop yang nantinya menjadi daya tarik baru dengan pemandangan kota Yogyakarta. Tak ketinggalan, sekitar 65 kamar akan direnovasi secara total, dengan pengerjaan yang dilakukan secara bertahap agar operasional hotel tetap berjalan dan tidak mengganggu keberlangsungan bisnis maupun tenaga kerja. Target penyelesaian utama ditetapkan pada November tahun 2026 ini dengan proyek renovasi yang menelan biaya sekitar 20-25 miliar rupiah. 

Menariknya, di tengah proses renovasi, manajemen tetap menjalankan strategi promosi untuk menjaga tingkat hunian. Berbagai penawaran khusus tetap diberikan agar hotel tetap kompetitif, termasuk pada momentum Ramadan dan libur Lebaran yang baru saja berlangsung.

Hotel Nueve Malioboro YogyakartaSelain transformasi fisik, Hotel Nueve Malioboro Yogyakarta juga melakukan perubahan identitas visual melalui pembaruan logo. Perubahan logo dilakukan agar sesuai dengan konsep baru yang hendak diperkenalkan. Meski demikian, elemen utama dalam logo baru itu tetap mempertahankan angka sembilan yang memiliki makna nomor alamat hotel sekaligus asal nama ‘Nueve’.

“Perubahan logo dilakukan untuk menyesuaikan dengan konsep baru hotel yang lebih modern menyesuaikan market. Namun elemen utama dalam logo baru tetap mempertahankan makna angka sembilan, yang berasal dari nama ‘Nueve’ serta alamat hotel di Jalan Mataram Nomor 9. Angka 9 itu melambangkan angka tertinggi, sehingga kita tonjolkan dalam logo. Huruf ‘e’ juga disesuaikan menjadi bentuk 9 sebagai bagian dari konsep visual,” jelas Bobi Setia Budi selaku Director of Operation PT. Natta Hospitality Management.

Dari sisi warna, logo mengusung kombinasi warna merah dan emas. Warna merah dipilih sebagai simbol keberanian, sementara warna emas memberikan kesan elegan sekaligus berkelanjutan. Sementara itu, pemilihan font lebih difokuskan pada aspek estetika tanpa makna filosofis secara khusus.

Dengan kombinasi renovasi fisik dan pembaruan identitas brand, maka Hotel Nueve Malioboro diharapkan mampu menjadi destinasi akomodasi modern yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman menginap yang berbeda di jantung Kota Yogyakarta.