Ikang Fauzi Meriahkan ‘Melodi Cinta’ yang Digelar Broadwayang Production

Broadwayang Production mempersembahkan konser musikal bertajuk ‘Melodi Cinta’ yang menggabungkan musik, tari, dialog, dan elemen teatrikal. Pertunjukan itu menghadirkan pengalaman berbeda dengan mengusung lagu-lagu nostalgia era 80an ke dalam format pertunjukan ala Broadway yang dikemas dengan sentuhan Indonesia.

Berlangsung pada 9 Agustus 2026 lalu, acara itu menghadirkan Ikang Fauzi sebagai salah satu talent utamanya bersama Ensambke Broadwayang, Afrilia Shinta Dewi, Fediano Hammam Akhyar, Aera Alexandra, Mikail Edwin Rizki, Ganeshauman Taqwa, Nisrina Amalie Pisxesta, Furqonez Azamsyah, dan Fadhilah Utami Zahra. Pertunjukan pun turut diperkuat oleh Tommy and Friends Band, sedangkan Elmo Hilyawan dan Soraya Haque hadir sebagai host.

Salah satu kekuatan ‘Melodi Cinta’ adalah keterlibatan generasi muda dalam berbagai aspek produksi. Selain para performer, sejumlah penari dan pemain juga memiliki kemampuan akting serta bernyanyi, sehingga dapat menjalankan berbagai kebutuhan dalam pertunjukan musikal. Dalam produksi ini, Mikail Edwin Rizki bertindak sebagai penata konsep, Rendy Foster Silitonga sebagai penata musik, Imanuel Christian Galih sebagai penata tari, dan Dhira Ramadhani S. Kinanty sebagai penata kostum.

Konser musikal bertajuk Melodi CintaIkang Fauzi sebagai salah satu penampil mendapat perhatian dalam konser itu. Ikang membawakan sejumlah lagu yang lekat dengan era 1980-an dan 1990-an, seperti lagu ‘Catatan Si Boy’ yang merepresentasikan budaya pop dan kehidupan anak muda pada masanya. Di tengah pertunjukan, susunan lagu kemudian berkembang secara spontan dengan hadirnya lagu ‘Preman’, ‘Salam Terakhir’, hingga ‘Rumah Kita’ yang jadi penutup rangkaian penampilan Ikang sekaligus menghidupkan suasana konser.

“Buat saya, ini sesuatu yang berbeda, bukan hanya pertunjukan musik biasa. Melainkan sebuah pertunjukan yang menghadirkan sudut pandang generasi muda terhadap gaya pertunjukan dan kehidupan di era itu. Konsep yang dibawa Broadwayang Production pun menarik karena generasi muda dapat mencoba melihat kembali budaya pop dari generasi sebelumnya melalui perspektif mereka sendiri. Saya sangat bersyukur dengan ramainya penonton malam ini yang sekaligus menjadi hadiah tersendiri buat saya,” ujar Ikang Fauzi.

Melodi Cinta disemarakkan Ikang FauziSetiap lagu dalam pertunjukan dikembangkan menjadi bagian dari cerita. Sebelum memasuki lagu, penonton diajak mengikuti prolog, dialog, monolog, maupun adegan yang disesuaikan dengan karakter dan makna lagu. Pemilihan ballroom sebagai venue juga menjadi bagian dari konsep pertunjukan. Format ini dipilih agar jarak antara penonton dan panggung terasa lebih dekat untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan interaktif. Penonton tidak hanya menjadi audiens pasif, tetapi dapat ikut bernyanyi, berdiri, dan menikmati suasana pertunjukan seperti sebuah konser.

Dari sisi visual, ‘Melodi Cinta’ terbagi dalam beberapa segmen dengan karakter kostum dan koreografi yang berbeda. Mulai dari nuansa disko era 1980-an, kehidupan remaja, karakter anak jalanan, hingga segmen fantasi dengan karakter princess. Melalui ‘Melodi Cinta’, Broadwayang Production ingin menunjukkan bahwa musik dan budaya pop dari generasi sebelumnya masih memiliki ruang untuk dinikmati lintas generasi.

Kemeriahan Melodi Cinta“Melodi Cinta merupakan eksperimen baru bagi Broadwayang Production. Jika sebelumnya Broadwayang Production lebih banyak mengembangkan pertunjukan dalam format teater musikal, maka kali ini tim mencoba menggabungkan atmosfer konser dengan kekuatan teatrikal. Kami mencoba mengambil konsep pertunjukan Broadway, tetapi dikemas dengan nuansa yang sangat Indonesia. Jadi konsepnya lebih fun dan interaktif,” jelas Mikail Edwin Rizki selaku Project Manager & Founder Broadwayang Production.

Bagi Broadwayang Production, ‘Melodi Cinta’ menjadi pertunjukan ke-9 sejak mulai berkarya sekitar tahun 2024 lalu. Sebelumnya, Broadwayang Production mengembangkan berbagai pertunjukan, mulai dari skala kecil hingga tampil di sejumlah panggung seperti GKJ dan Teater Jakarta.