POND’S Skin Institute sebagai pionir penggunaan Niacinamide sebagai brightening agent pada tahun 1976 memperkenalkan inovasi terbarunya, POND'S Bright Miracle. Inovasi baru itu dilengkapi dengan teknologi Niasorcinol yang terbukti efektif membantu mengurangi penumpukan melanin. Inovasi ini pun membawa era baru di dunia skincare dengan keunggulan teknologi yang membantu kulit wajah memancarkan ‘Real Glow”’dari dalam.
Komitmen POND’S dalam menghadirkan inovasi skincare berbasis sains itu diresmikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 Agustus 2026 itu merupakan salah satu forum dermatologi terbesar yang dihadiri lebih dari 2.000 tenaga medis dari seluruh Indonesia. Pada forum itu, POND'S menghadirkan sesi ilmiah bersama pakar dermatologi dan genetika guna membahas karakteristik biologis kulit perempuan Indonesia yang lebih rentan mengalami pigmentasi karena faktor kandungan melanin yang tinggi maupun iklim tropis.
Untuk itu, POND’S di PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026 mempersembahkan sesi ilmiah bertema “Asian Skin Biology & Aging: Genetics, Barrier Changes & Pathways to Prevention”. Sesi itu menghadirkan Prof. Maurice van Steensel, M.D., Ph.D. sebagai pakar genetika dan dermatologi asal Belanda. Ia mengupas tentang karakteristik biologis kulit Asia yang lebih membutuhkan pendekatan perawatan berbeda. Menurutnya, Kulit wajah perempuan Asia cenderung memiliki kandungan melanin yang lebih tinggi jika dibandingkan perempuan dari Eropa.
“Melanin-rich skin memang memberikan sejumlah keuntungan, seperti memperlambat tanda penuaan seperti garis halus atau kerutan. Namun, aktivitas melanin yang lebih tinggi membuat kulit wajah perempuan Indonesia lebih mudah mengalami masalah pigmentasi seperti noda hitam, bekas jerawat, dan warna kulit tidak merata. Kondisi ini semakin diperburuk oleh paparan sinar UV dan polusi yang memicu stres oksidatif dan peradangan ringan pada kulit. Proses ini dapat mengganggu keseimbangan alami kulit serta memengaruhi berbagai proses biologis yang berperan dalam regenerasi kulit dan pembentukan pigmen. Seiring waktu, perubahan ini bisa membuat kulit kehilangan glow alaminya, menyebabkan warna kulit tampak tidak merata, serta menimbulkan masalah pigmentasi yang terlihat, termasuk noda hitam. Karena itu, memahami mekanisme yang terjadi di balik proses ini menjadi sangat penting agar upaya pencegahan maupun perawatannya dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran," ujar Prof. Maurice van Steensel, M.D., Ph.D. menjelaskan,
Melalui keikutsertaan POND’S di PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026, POND’S ingin memperkenalkan era baru ‘Real Glow’ di dunia skincare. ‘Real Glow’ merupakan kondisi kulit glowing yang didukung oleh teknologi yang membantu proses alami untuk menjadikan kulit wajah lebih bercahaya, merata, dan sehat dari dalam, bukan hanya di permukaan saja. Teknologi itu dilatarbelakangi oleh fakta ilmiah bahwa kulit memiliki mekanisme tersendiri untuk menjaga kualitasnya melalui proses self-repair atau autophagy, yaitu kemampuan alami untuk membersihkan dan memperbaiki komponen sel yang mengalami kerusakan. Proses ini membantu menjaga regenerasi kulit serta mengelola penumpukan melanin berlebih sebagai salah satu masalah utama yang dihadapi perempuan Indonesia.
Inovasi POND’S Bright Miracle dengan kandungan Niasorcinol, teknologi brightening paling advanced yang telah dikembangkan melalui penelitian selama 15 tahun dan dipatenkan. Teknologi Niasorcinol terinspirasi dari kemampuan ubur-ubur yang dikenal memiliki mekanisme self-repair yang luar biasa saat menghadapi berbagai agresor di sekitarnya. Hal itu sama seperti proses autophagy pada kulit manusia. Teknologi Niasorcinol menggabungkan Niacinamide (B3) + E-Resorcinol yang bekerja hingga lapisan kulit epidermis terdalam. Kemampuan multi-pathway brightening, Niasorcinol tidak hanya membuat proses autophagy lebih efektif dalam membantu regenerasi kulit dan mengatasi penumpukan melanin, tetapi juga menghambat proses pembentukan dan perpindahan melanin.


Berkat keunggulannya, teknologi Niasorcinol terbukti secara uji in vitro mampu mengurangi melanin berlebih hingga 100 kali lipat. Melalui pengujian ilmiah tersebut, Niasorcinol juga terbukti jauh lebih unggul dibandingkan bahan pencerah lainnya. Kekuatan Niasorcinol mampu mencerahkan 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan Niacinamide, 50 kali lebih mencerahkan dibandingkan Hydroquinone, dan 500 kali lebih mencerahkan dibandingkan Kojic Acid. Berdasarkan uji klinis, dengan penggunaan rutin selama 8 minggu, maka hasilnya menunjukkan perubahan signifikan yang mulai terlihat sejak 3 hari pemakaian pertama. Yaitu membantu mengurangi kulit kusam sebesar 20% dan noda hitam hingga 30%. Teknologi ini juga telah teruji secara dermatologi sesuai untuk berbagai jenis kulit.
“Bersama komunitas dermatologi di PIT PERDOSKI Yogyakarta 2026, POND'S berharap semakin banyak perempuan Indonesia memahami keunikan kebutuhan kulit mereka secara genetik sehingga dapat memilih solusi perawatan yang tepat, yaitu teknologi Niasorcinol yang hadir dalam rangkaian POND’S Bright Miracle. Memanfaatkan kekuatan sains untuk mendorong efektivitas proses autophagy, solusi ini dapat membantu mereka mewujudkan kulit sehat yang memancarkan ‘Real Glow’ dari dalam,” ucap Matthew Seal, M.Sc. selaku Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia.