MIRAGE - Pameran Lukisan Hasil Kolaborasi Artotel Gelora Senayan & J+ Art Awards 2026

Artotel Gelora Senayan hadirkan pameran seni perdananya di tahun 2026 yang mengusung tema MIRAGE. Resmi dilaunching pada Jumat, 24 Juli 2026, pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Artotel Gelora Senayan dengan J+ Art Awards 2026 yang diinisiasi oleh Connected Art Platform.

MIRAGE, menghadirkan beragam respons artistik terhadap cara manusia memaknai realitas di tengah perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang terus berlangsung. Melalui tema ini, para seniman menghadirkan perspektif yang beragam terhadap berbagai isu yang dekat dengan kehidupan manusia masa kini. MIRAGE menyuguhkan 10 karya lukisan dari 9 seniman terpilih.

Pameran lukisan MIRAGE di Artotel Gelora Senayan

Pameran MIRAGE ‘Ecology without Nature’ karya Mochamad Rizky Aditya

“Melalui pameran MIRAGE, kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan J+ Art Awards 2026 dan turut memperkenalkan karya-karya para seniman terpilih kepada masyarakat luas. Kami berharap pameran ini dapat menjadi ruang yang mendorong apresiasi, dialog, dan keterlibatan yang lebih dekat dengan seni kontemporer,” jelas Christo Gultom sebagai Director of Sales & Marketing Artotel Gelora Senayan.

Sepuluh karya yang dipamerkan antara lain ‘Patah Kemudi’ karya Adril Wak Yong, ‘Kuning #82’ karya Agung Bule, ‘Sound of Nature’ (Sea Series) karya Camelia Mitasari Hasibuan, ‘The Pseudo-Stage: A Shelter of Memory’ karya Minji Sani, ‘The Weight of What Remains’ karya Patricia Geraldine Thebez, ‘Ecology without Nature’ karya Mochamad Rizky Aditya, ‘Alok-Aruh’ karya Raka Hadi Permadi, ‘Urgent’ karya Yung Finando, ’Monolog Ruang Tengah’ dan ‘Kembali Senja’ karya Mivetboi. 

Pameran MIRAGE ’Monolog Ruang Tengah’ karya Mivetboi di Artotel Gelora Senayan

Pameran MIRAGE ‘Sound of Nature’ (Sea Series) karya Camelia Mitasari Hasibuan

Setiap karya lukisan yang dihadirkan itu memiliki makna dan filosofis mendalam dari masing-masing pelukis yang menciptakannya. Seperti halnya dengan Patricia Geraldine Thebez yang menuangkan kenangan atau ingatan masa lalunya mengenai keluarganya yang sudah tiada. Sedangkan Mivetboi yang memamerkan dua karyanya lebih merefleksikan perjalanan emosi serta proses untuk kembali mengenal diri sendiri melalui ruang kontemplasi. Yung Finando melalui karyanya menampilkan lanskap sureal akan rasa kecemasan manusia di tengah derasnya arus informasi sekaligus kerinduan pada ruang yang lebih tenang.

Pameran MIRAGE yang bisa dijumpai di ARTSPACE, area Lobby Artotel Gelora Senayan, Jakarta ini bisa dinikmati hingga 24 Oktober 2026 secara gratis atau tanpa dipungut biaya.

Preskon MIRAGE di Artotel Gelora Senayan dan J+ Art Awards 2026