‘Call It Love’ Kolaborasi Indonesia - Jepang Antara RACH? dan idom

Indonesia dan Jepang memiliki sejarah sekaligus cerita yang panjang. Hal itu pun makin diperkaya dengan adanya jalinan kolaborasi yang kini tengah dijalin oleh Sony Music Indonesia dengan Sony Music Jepang. 

Setelah kolaborasi perdananya melalui ‘Swipe Kanan Kiri’ yang dinyanyikan Sisca Saras dengan NeCome (Ayaka Yasumoto), kini kerja sama keduanya pun kembali berlangsung. Kali ini, solois wanita Indonesia bernama RACH? duet dengan seorang penyanyi sekaligus penulis lagu dan produser multitalenta asal Jepang bernama idom. Kolaborasi itu terbentuk melalui lagu berjudul ‘Call It Love’. 

Lagu ini menggabungkan unsur hipdut, R&B, pop, serta lirik dalam bahasa Indonesia, Jepang, dan Inggris. Single ini pun menjadi eksplorasi musikal yang segar sekaligus memperlihatkan bagaimana musik lokal bisa dikemas dengan pendekatan global. Konsep ‘Call It Love’ datang dari RACH? yang membayangkan dua orang yang bertemu di dalam dunia game dan mulai mempertanyakan apakah perasaan yang mereka rasakan benar-benar nyata atau hanya sebatas fantasi digital.

Kolaborasi ini bermula saat Sony Music Indonesia menghubungi RACH? pada Februari 2026 lalu mengenai proyek bersama Sony Music Japan. Awalnya RACH? tidak menyangka sama sekali akan dipilih menjadi pasangan kolaborasi idom. “Label Sony Music Indonesia tiba-tiba mengabarkan kalau mereka lagi ada proyek dengan Sony Music Jepang dan diberi tahu ternyata idom memilihku untuk jadi kolaboratornya. Saat tahu genrenya hip-dut, aku langsung merasa ini bakal jadi tantangan besar karena idom identik dengan pop R&B, sementara lagu pertamaku lebih ke elektronik dan eksperimental. Tapi, karena suka bereksperimen, aku langsung tertarik buat mencoba,” ujar RACH? yang bernama lengkap Rachel Florencia Rudy Gunawan. 

Kolaborasi Jepang-Indonesia antara RACH? dan idom‘Call It Love’ merupakan single kedua RACH? setelah “Dopamine” yang dirilisnya pada 5 Desember 2025 lalu di bawah nama Rachel Cia. Meski berasal dari latar belakang musik yang berbeda, proses kreatif berjalan sangat cepat. Workshop selama dua hari menghasilkan lagu yang selesai hanya dalam hitungan hari, terutama dengan keterlibatan f4dli yang sudah banyak menciptakan lagu hip-dut viral. 

Ketika RACH? ditanya pendapatnya mengenai ‘Call It Love’ dalam tiga kata, ia memilih fantasi, digital, dan hubungan jarak jauh alias long distance relationship (LDR). Hal itu sangat sesuai dengan konsepnya yang mengangkat percintaan di dunia game. Lagu ini begitu mewakili fase pendekatan ketika dua orang saling menyukai, tetapi terpisah oleh jarak maupun kenyataan. Lewat lagu ini, RACH? berharap dapat menghadirkan warna baru dalam genre hipdut. 

“Lagu ini terasa relate untuk orang-orang yang sedang jatuh cinta, tapi terpisah jarak atau mungkin ada banyak hal yang belum bisa diwujudkan. Semoga lagu ini bisa diterima dengan baik oleh orang-orang yang mendengarkan. Ini mungkin bukan hip-dut seperti biasanya, tapi hip-dut yang internasional. Itu karena kami berusaha menyatukan unsur Indonesia, Jepang, dan Inggris supaya tetap punya identitas lokal, tapi juga bisa diterima secara global,” tutup solois kelahiran Cianjur itu.