Selain menghadirkan pameran koleksi karya para desainer, JF3 Fashion Festival 2026 juga memperkuat rangkaian program yang dirancang untuk mendukung pengembangan talenta, kapasitas bisnis, serta kesiapan industri.
JF3 Model Search kembali menjadi ruang pencarian talenta model baru. Babak grand final telah diselenggarakan pada 13 Juni 2026 di La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Program ini menjadi bagian dari komitmen JF3 untuk membuka akses bagi talenta baru agar dapat masuk ke industri dengan standar dan pengalaman profesional.
JF3 Fashion Festival 2026 juga menghadirkan Future Fashion Designer (FFD), program JF3 yang diselenggarakan bekerja sama dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute untuk menguji dan mengembangkan kemampuan kreatif, teknis, serta eksekusi para desainer muda dalam situasi yang menyerupai industri sesungguhnya. Melalui proses intensif selama 14 hari, para peserta ditantang untuk membuktikan kemampuan mereka secara nyata, mulai dari pengembangan ide, pemilihan material, proses produksi, hingga presentasi akhir. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan tuntutan industri, di mana ide yang kuat harus mampu diwujudkan menjadi karya yang siap dipresentasikan.
Dari 8 peserta yang mengikuti program ini, Arron Bryan, desainer muda asal Jayapura, Papua, berhasil meraih gelar Future Fashion Designer 2026. Ia bersama tiga finalis lainnya, Azzahra Najmanisa, Nabila Karimah, dan Tashannie Abigail Loekman, akan mempresentasikan koleksi mereka pada show kolaborasi PINTU di panggung utama JF3 pada 23 Juli 2026.
Sementara itu, PINTU, program yang diinisiasi oleh JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis melalui Institut Français d’Indonésie, kembali menjadi bagian penting dari JF3 2026. Memasuki tahun ke-5, PINTU terus memperkuat perannya sebagai ruang pengembangan dan pertukaran antara desainer Indonesia dan Prancis melalui program inkubasi, residensi, akselerasi, serta kolaborasi kreatif yang akan turut dipresentasikan dalam rangkaian JF3 tahun ini. Melalui berbagai program tersebut, JF3 menegaskan perannya sebagai platform yang tidak hanya memberi ruang tampil, tetapi juga membantu desainer membangun kapasitas, memperluas jaringan, dan meningkatkan kesiapan mereka untuk berkembang di pasar yang lebih luas.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2004, JF3 terus berkembang menjadi ruang pertemuan bagi desainer, brand, pelaku UMKM, pengrajin, institusi pendidikan, komunitas kreatif, media, buyer, serta mitra dari berbagai negara. Pendekatan ini menegaskan bahwa masa depan industri fashion tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan melalui ekosistem yang saling terhubung dan bergerak bersama.
"Melalui JF3, kami menghubungkan proses kreatif dengan akses pasar yang nyata, dari runway langsung ke konsumen. Industri fashion yang kuat tidak tumbuh dari satu event, tetapi dari ekosistem yang dibangun secara konsisten. Kami percaya bahwa kreativitas yang didukung oleh infrastruktur yang tepat akan menghasilkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar,” jelas Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival.
