Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026, Pepsodent Sasar Wilayah Jawa Barat, NTT, dan Papua

Pepsodent yang dinaungi Unilever Indonesia kembali menggelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional atau BKGN. Program yang terlaksana sejak tahun 2010 bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) ini menjadi sebuah gerakan berkelanjutan untuk memperluas akses edukasi dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. 

Tahun ini, BKGN mengusung tema ‘Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat - Perlindungan Mulut 24/7 untuk Masa Depan Senyum Indonesia’. Gerakan ini pun lebih berfokus untuk mengedepankan pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut melalui rangkaian edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis. Bekerja sama dengan AFDOKGI dan ARSGMPI, BKGN 2026 akan dilaksanakan di 29 FKG dan RSGMP di berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya tentu saja agar masyarakat menjadi lebih dekat dengan akses pelayanan tenaga profesional.

“Di BKGN 2026, kami ingin mengangkat paradigma baru mengenai pentingnya perlindungan ekstra dalam merawat kesehatan gigi dan mulut, yaitu dengan menjaga keseimbangan microbiome mulut sebagai awal dari kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat serta masih banyaknya mispersepsi tentang kondisi gigi dan mulut yang sehat, yang akhirnya menempatkan masyarakat pada posisi yang lebih rentan untuk mengalami berbagai permasalahan gigi dan mulut,” jelas drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Personal Care Community Lead Unilever Indonesia.

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026 sasar Jawa Barat, NTT, PapuaRangkaian edukasi sekaligus pelayanan kesehatan gigi dan mulut berfokus di enam kota/kabupaten di Jawa Barat serta sejumlah daerah yang terdampak bencana, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Papua. Wilayah itu dipilih karena di sana banyak ditemukan permasalahan menyangkut kesehatan gigi dan mulut. Maka dari itu, kawasan Jawa Barat, NTT atau Nusa Tenggara Timur, dan Papua membutuhkan perhatian, pelayan kesehatan gigi dan mulut, serta edukasi yang lebih berkelanjutan.   

"Jawa Barat menjadi salah satu prioritas. Itu karena Jawa Barat memiliki populasi penduduk tertinggi di Indonesia dan masyarakatnya masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan gigi dan mulut. Data menunjukkan, 63,4% masyarakat Jawa Barat mengalami permasalahan gigi dan mulut, dan 89,9% dari mereka tidak pernah mengunjungi dokter gigi selama satu tahun terakhir. Sementara di NTT dan Papua, angkanya juga cukup tinggi. 55,6% masyarakat NTT dan 49,4% masyarakat Papua masih mengalami permasalahan gigi dan mulut. Apalagi, tercatat 95,3% masyarakat NTT dan 96% masyarakat Papua tidak pernah berkunjung ke dokter gigi selama setahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh akses geografis, jauhnya jarak tempat tinggal dengan puskesmas/klinik/dokter gigi, terutama di daerah kepulauan, pegunungan, dan wilayah terpencil. Selain transportasi dan waktu tempuh menjadi hambatan, faktor ketersediaan dokter gigi juga belum merata,” terang drg. Tari Tritarayati, SH., MH.Kes, Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI).

Setelah masyarakat mendapatkan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut melalui BKGN 2026, langkah berikutnya adalah memastikan keseimbangan gigi dan mulut dapat terus dijaga secara berkesinambungan melalui perawatan sehari-hari di rumah. Untuk itu, sejalan dengan fokus edukasi BKGN 2026 mengenai microbiome mulut, Pepsodent menghadirkan Pepsodent Pro.Care, pasta gigi pertama dari Pepsodent dengan teknologi Microbiome Active yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun oleh para ilmuwan dari berbagai belahan dunia.

Teknologi ini memanfaatkan One Trillion Active Ions untuk menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik agar keseimbangan microbiome mulut tetap terjaga. Melalui mekanisme yang menyerupai cara kerja prebiotik, teknologi ini mampu memperkuat pertahanan alami rongga mulut sehingga membantu memberikan perlindungan ekstra pada kesehatan gigi dan mulut secara lebih menyeluruh. Teknologi Microbiome Active telah teruji secara klinis dan dirancang untuk memberikan perlindungan hingga 24 jam.