Menurut data mengenai gaya hidup, tercatat 47,5% masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali dalam sehari. Meskipun 95,6% masyarakat menyikat gigi setiap hari, hanya 6,2% yang melakukannya di waktu yang tepat. Bahkan saat mengalami masalah gigi dan mulut, hanya 11,2% masyarakat yang mencari tenaga medis gigi dalam 1 tahun. Berbagai faktor ini antara lain menyebabkan 57% penduduk Indonesia di usia 3 tahun ke atas masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut.
Maka dari itu, sangatlah dibutuhkan pemahaman lebih dalam mengenai kesehatan gigi dan mulut, khususnya pentingnya keseimbangan microbiome mulut. Unilever Indonesia melalui Pepsodent pun kembali menggelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), program yang terlaksana sejak 2010 bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia, dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia sebagai gerakan berkelanjutan untuk memperluas akses edukasi dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Tahun ini BKGN 2026 berfokus mengedepankan pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut dan diresmikan melalui kegiatan edukasi serta pemeriksaan gigi bagi siswa-siswi SDN Menteng 01 Jakarta. BKGN merupakan cikal bakal dari peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) yang diperingati setiap 12 September. Tahun ini, HKGN 2026 mengangkat tema ‘Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat”, dengan subtema ‘Periksa, Tindaklanjuti, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut’. Selanjutnya, program ini akan digelar selama Oktober – Desember 2026 di Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.
Hadir dalam acara peresmian BKGN 2026, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D., Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa pemeriksaan gigi sudah masuk ke dalam program Cek Kesehatan Gratis, dan pemeriksaan ini harus diikuti oleh semua anak sekolah. Dari hasil pemeriksaan itu, 4 dari 10 anak Indonesia yang ada di sekolah mengalami masalah gigi berlubang. Tentunya itu akan mengganggu aktivitas sehari-hari anak.
“Jadi nanti semua sekolah bisa rutin dilakukan pemeriksaan gigi, baik oleh Kementerian Kesehatan, Suku Dinas Kesehatan, maupun oleh anak-anak di sekolah itu sendiri. Semoga dengan berbagai upaya itu, kesehatan gigi di masa depan jadi lebih baik. Karena masalah gigi bukan hanya masalah kesehatan di dalam mulut saja, tapi juga berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Contohnya, ada penyakit di katup jantung yang disebabkan oleh kuman Streptococcus beta-hemolyticus grup A yang ada di dalam gigi berlubang. Saya harap Bulan Kesehatan Gigi Nasional bisa menjadi momentum bagi kita untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi. Mudah-mudahan kita bisa melahirkan generasi-generasi hebat yang kesehatannya terjaga mulai dari sekarang, salah satunya melalui upaya menjaga kesehatan gigi mereka,“ jelas Prof. Dante.
Sebagai langkah awal pada peresmian BKGN 2026, sebanyak 384 siswa SDN Menteng 01, Jakarta Pusat telah mengikuti kegiatan edukasi serta mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dari para tenaga medis gigi dari Mulia Health and Dental Care sebagai jaringan klinik kesehatan keluarga dan gigi terkemuka di Indonesia. BKGN 2026 juga menghadirkan rangkaian edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis di 29 FKG dan RSGMP di berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya agar masyarakat menjadi lebih dekat dengan akses pelayanan tenaga profesional. Bersama PB PDGI, BKGN 2026 juga akan memberikan edukasi yang berfokus di enam kota/kabupaten di Jawa Barat serta sejumlah daerah yang terdampak bencana, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Di setiap titik pelaksanaannya, BKGN 2026 semakin memperluas akses edukasi dan pelayanan dengan menjangkau pesantren dan komunitas ibu sebagai penggerak kebiasaan baik di lingkungannya masing-masing. Dengan demikian, BKGN 2026 tidak berhenti pada pemberian pelayanan kesehatan gigi dan mulut saja, tetapi juga mendorong tindakan preventif, yaitu menjaga keseimbangan microbiome mulut melalui perawatan yang tepat.
Setelah masyarakat mendapatkan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut melalui BKGN 2026, langkah berikutnya adalah memastikan keseimbangan gigi dan mulut dapat terus dijaga secara berkesinambungan melalui perawatan sehari-hari di rumah. Untuk itu, sejalan dengan fokus edukasi BKGN 2026 mengenai microbiome mulut, Pepsodent menghadirkan Pepsodent Pro.Care, pasta gigi pertama dari Pepsodent dengan teknologi Microbiome Active yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun oleh para ilmuwan dari berbagai belahan dunia.
Teknologi ini memanfaatkan One Trillion Active Ions untuk menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik agar keseimbangan microbiome mulut tetap terjaga. Melalui mekanisme yang menyerupai cara kerja prebiotik, teknologi ini mampu memperkuat pertahanan alami rongga mulut sehingga membantu memberikan perlindungan ekstra pada kesehatan gigi dan mulut secara lebih menyeluruh. Teknologi Microbiome Active telah teruji secara klinis dan dirancang untuk memberikan perlindungan hingga 24 jam.
“Selama ini kita diajarkan untuk ‘musuhan’ dengan bakteri, jadi kami berpikir bahwa semakin bebas bakteri berarti kita semakin sehat. Ternyata bakteri itu ada jenis-jenisnya dan kalau semuanya dihilangkan, kita justru bisa kehilangan dukungan bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Buat kami edukasi ini penting banget, bukan cuma fokus pada gigi bersih, napas segar dan bebas sakit, ternyata ada keseimbangan microbiome mulut yang juga perlu kita perhatikan. Senang sekali tahun ini GIGI bisa kolaborasi bareng Pepsodent lagi di BKGN 2026. Semua ilmu baru ini akan kami sebarkan ke banyak orang lewat performance kami di beberapa kegiatan BKGN nanti,” tambah Armand Maulana dan Gusti Hendy selaku personil Band GIGI.